Bandung (26/11) – Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Divisi Noodle Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai proses produksi mie instan serta penerapan pengendalian faktor fisika di lingkungan industri pangan.
Kunjungan industri tersebut diikuti oleh 31 mahasiswa Program Studi D-IV K3 dan didampingi oleh satu dosen serta dua laboran, yaitu Eka Fitriani Ahmad, S.Si., M.Si., M.K.K.K., Fitra Nurahim, S.K.K.K., dan Ade Damayanti, S.Tr.Kes. Kegiatan diawali dengan sambutan dari dosen pengampu mata kuliah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penerimaan resmi oleh perwakilan PT Indofood Noodle Bandung.
Selanjutnya, pihak perusahaan memaparkan profil PT Indofood yang meliputi sejarah, lingkup Indofood Group, ragam produk, serta sertifikasi yang dimiliki. Disampaikan pula bahwa produk Indofood telah dipasarkan ke berbagai negara sehingga penerapan standar produksi, pengendalian kualitas, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja menjadi prioritas utama dalam setiap proses produksi. “Setiap proses produksi dirancang agar tetap aman bagi pekerja serta memenuhi standar mutu dan keamanan pangan,” ujar salah satu narasumber dari PT Indofood Noodle Bandung.
Untuk menciptakan suasana yang lebih interaktif, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking berupa permainan singkat yang melibatkan mahasiswa dan mendapat respons positif dari peserta.
Mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai tahapan produksi mie instan, mulai dari proses mixing, pressing, steaming, cutting & folding, frying, cooling, hingga packaging, serta mahasiswa dapat mengidentifikasi potensi paparan faktor fisika seperti panas, kebisingan, dan getaran selama proses produksi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke area produksi sesuai jalur yang telah ditetapkan. Pada setiap tahapan, pihak perusahaan menjelaskan fungsi mesin, alur kerja, serta upaya pengendalian bahaya fisika melalui rekayasa teknik, penerapan prosedur kerja, dan penggunaan alat pelindung diri.
Setelah kunjungan lapangan, mahasiswa kembali ke ruang materi dan disuguhi produk mie instan yang telah disiapkan oleh pihak perusahaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, baik secara santai maupun formal, yang dibagi ke dalam dua termin. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan seputar proses produksi, penerapan higienitas, serta potensi bahaya di lingkungan kerja industri pangan. Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan pemahaman tambahan bagi mahasiswa.
Sebagai penutup kegiatan, Politeknik Ketenagakerjaan menyampaikan apresiasi kepada PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Divisi Noodle Bandung atas kerja sama dan kesempatan belajar yang diberikan. Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh dosen pendamping sebagai bentuk terima kasih atas dukungan perusahaan terhadap kegiatan pembelajaran mahasiswa.
Melalui kunjungan industri ini, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh pengalaman langsung serta memperkaya wawasan mengenai penerapan Higiene Industri Faktor Fisika, sehingga dapat mengaitkan teori yang diperoleh di perkuliahan dengan praktik nyata di dunia industri.

