PKM Lanka Fest 2026: Edukasi Warga Ciracas Tanggap Darurat Kebakaran

Jakarta (07/02) – Program Studi K3 Politeknik Ketenagakerjaan bersama Mahasiswa Program Studi K3 menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam rangka Lanka Fest 2026 yang berlangsung di Aula Tridharma Politeknik Ketenagakerjaan pada Sabtu (07/02). Kegiatan ini dihadiri oleh Muhammad Islam Nasution, S.T., M.Kes. selaku Ketua Program Studi D‑IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Politeknik Ketenagakerjaan, dosen, tendik, perwakilan warga Kelurahan Ciracas, serta panitia Lanka Fest 2026.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan K3 Festival dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional. Kegiatan ini mengundang peserta berasal dari warga RT 006, 007, 008, 009 serta 012 yang berada di Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan serta penggunaan fire blanket dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya tanggap darurat kebakaran, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar masyarakat terkait penyebab, klasifikasi kebakaran, serta tindakan penanganan awal yang tepat dan aman.

Kegiatan diawali dengan Safety Induction dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, selanjutnya acara dibuka dengan pembukaan dan sambutan oleh Nadhira Sabila Pramesty selaku Ketua Pelaksana Lanka Fest 2026 serta Bapak Muhammad Islam Nasution, S.T., M.Kes selaku Ketua Program Studi D-IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Politeknik Ketenagakerjaan. Dalam sambutannya, Muhammad Islam Nasution menyampaikan bahwa kegiatan PKM tersebut telah rutin dilaksanakan setiap tahun. “Kegiatan PKM ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Namun, pada tahun ini cakupannya kami perluas dengan mengundang warga sekitar kampus untuk datang langsung ke Politeknik Ketenagakerjaan dan mendapatkan pembelajaran dasar penanganan kebakaran. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lingkungan sekitar kampus,” ujarnya

Pada sesi pemaparan materi pertama, Bapak Muhammad Islam Nasution menjelaskan proses terjadinya api serta kondisi ketika api masih tergolong kecil dan masih dapat dikendalikan. Ia juga memaparkan situasi ketika api telah membesar sehingga memerlukan penanganan lanjutan oleh pihak berwenang. Dalam sesi ini, Bapak Muhammad Islam Nasution turut mengenalkan bentuk dan jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dimiliki oleh program studi K3 yang umum digunakan sebagai sarana penanganan awal kebakaran. Selanjutnya, mahasiswa Program Studi D‑IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja melanjutkan pemaparan mengenai unsur terjadinya kebakaran, penyebab dan klasifikasi kebakaran, jenis‑jenis alat pemadam kebakaran, serta sosialisasi tanda‑tanda kebocoran gas LPG beserta langkah penanganan awal yang aman.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pemadaman api yang dipandu langsung oleh dua mahasiswa Program Studi D‑IV Keselamatan dan Kesehatan Kerja Politeknik Ketenagakerjaan. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan teknik penggunaan fire blanket, mulai dari cara memegang alat, menentukan posisi aman terhadap arah api, mengenali ciri‑ciri api telah padam, hingga tahapan akhir pengambilan fire blanket setelah pemadaman selesai. Selain itu, peserta juga mendapatkan demonstrasi penggunaan APAR yang meliputi pembukaan segel pengaman, pengecekan fungsi awal, serta teknik penyemprotan ke arah api hingga api berhasil dipadamkan. Setelah sesi demonstrasi, warga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung guna mengimplementasikan teknik‑teknik yang telah dijelaskan. Praktik dilakukan secara bergantian dengan pendampingan panitia dan narasumber, sehingga peserta dapat memahami prosedur pemadaman api secara lebih aplikatif dan aman. Kegiatan praktik pemadaman dilaksanakan di luar Gedung Aula Tridharma Politeknik Ketenagakerjaan setelah penyampaian materi secara teori dan sesi tanya jawab telah dilaksanakan.

Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, berharap edukasi dan praktik yang diberikan dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan sekitar. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga wujud komitmen mahasiswa dalam mendukung terciptanya budaya sadar keselamatan, khususnya di wilayah sekitar kampus Politeknik Ketenagakerjaan. (Divisi Publikasi dan Edukasi K3)