Mahasiswa K3 Edukasi Siswa SD Islam Ar-Rahman Bekasi soal PHBS

Bekasi (11/05) – Mahasiswa Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melaksanakan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa kelas 6 SD Islam Ar-Rahman Bekasi. Kegiatan ini merupakan implementasi Project Based Learning (PJBL) pada mata kuliah Sistem Informasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kegiatan tersebut berlangsung di SD Islam Ar-Rahman, Jl. Nangka No. 1, RT 004/RW 012, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sosialisasi dilakukan secara tatap muka dengan mengangkat tema “Pola Hidup Bersih dan Sehat”.

Sosialisasi ini diikuti oleh 20 siswa yang hadir di ruang kelas. Materi disampaikan oleh Kelompok 2 mahasiswa Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja angkatan 2022, dengan dosen pengampu Ibu Yusnita Handayani, SKM., MA.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya mencuci tangan dengan benar serta menjaga kebersihan lingkungan. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit sekaligus peningkatan derajat kesehatan sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menghadirkan sejumlah aktivitas interaktif agar siswa lebih mudah memahami materi. Rangkaian kegiatan diawali dengan pretest untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai PHBS sebelum materi diberikan.

Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, khususnya cara mencuci tangan yang benar dan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Penyampaian materi dibuat sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi. Para siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan seputar materi PHBS yang telah disampaikan.

Untuk menjaga antusiasme peserta, mahasiswa juga mengadakan games tebak gambar. Permainan tersebut bertujuan membangun semangat siswa agar tetap aktif mengikuti kegiatan hingga selesai.

Selain pemaparan materi, siswa juga diajak mempraktikkan langsung cara mencuci tangan yang benar. Simulasi ini dilakukan untuk menilai sejauh mana pemahaman teori dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa juga menghadirkan eksperimen tentang pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun. Eksperimen tersebut menggunakan media bedak, gambar kuman dari kertas, air, dan parfum yang mengandung alkohol.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa bedak dan gambar kuman bergerak menjauhi cotton bud yang telah dicelupkan ke parfum. Melalui eksperimen ini, siswa diajak memahami bahwa mencuci tangan menggunakan sabun dapat membantu menghilangkan kuman yang menempel pada tangan.

Di akhir kegiatan, siswa mengikuti posttest dengan pertanyaan yang sama seperti pada pretest. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat tingkat pemahaman siswa setelah mendapatkan materi mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat.

Penerapan metode Project Based Learning dalam edukasi PHBS dinilai memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Melalui kegiatan berbasis proyek, siswa tidak hanya memahami konsep PHBS secara teori, tetapi juga diajak menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kegiatan ini, edukasi PHBS diharapkan dapat membentuk pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat sejak usia dini. Selain itu, kegiatan tersebut juga mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

– Mahasiswa Prodi K3