Hero’s Aid: Mahasiswa Polteknaker Edukasi Keterampilan Dasar P3K kepada 52 Siswa SDIT Muhammadiyah Pasar Kemis

Tangerang, 30 April 2026 – Tim mahasiswa Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan mengenai Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) kepada 52 siswa kelas V SDIT Muhammadiyah Pasar Kemis. Kegiatan yang dikemas dalam program “Hero’s Aid: Anak Hebat, Sigap Menolong!” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai tindakan pertolongan pertama pada kondisi cedera ringan yang sering terjadi di lingkungan sekolah.

Kegiatan edukasi dilaksanakan oleh tim mahasiswa Polteknaker yang terdiri dari Dinda, Lilla, Fikri, Agha, dan Roni. Program diawali dengan pengenalan yel-yel “Hero’s Aid!” yang dijawab oleh peserta dengan seruan “Anak Hebat, Sigap Menolong!”. Yel-yel tersebut digunakan sebagai sarana untuk membangun semangat belajar sekaligus membantu siswa mengingat materi yang disampaikan.

Sebelum memasuki sesi utama, peserta diberikan beberapa pertanyaan sederhana untuk mengetahui pengetahuan awal mereka mengenai pertolongan pertama. Selanjutnya, materi disampaikan menggunakan media presentasi yang dirancang secara menarik dengan ilustrasi dan animasi yang sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.

Materi yang diberikan meliputi pengertian pertolongan pertama, prinsip keselamatan sebelum menolong, strategi 3T (Tenang, Cepat, dan Tepat), serta penanganan pada kasus luka ringan, mimisan, tersedak, dan memar. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan dasar yang terdapat dalam kotak P3K beserta fungsinya.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Para siswa aktif menjawab pertanyaan, mengikuti yel-yel, serta berbagi pengalaman terkait cedera yang pernah mereka alami di sekolah. Mimisan menjadi salah satu kondisi yang paling sering dialami siswa berdasarkan hasil diskusi selama kegiatan berlangsung, sehingga materi yang diberikan dinilai relevan dengan kondisi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi demonstrasi dan praktik langsung. Tim mahasiswa memperagakan langkah-langkah penanganan mimisan, perawatan luka ringan menggunakan metode 3M (Membersihkan, Mengobati, dan Menutup), penanganan memar dengan kompres dingin, serta tindakan awal pada kondisi tersedak. Peserta kemudian diberikan kesempatan untuk mempraktikkan kembali setiap langkah yang telah dicontohkan.

Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu mengikuti instruksi yang diberikan dengan baik. Keterlibatan aktif peserta selama sesi diskusi, demonstrasi, dan praktik menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.

Pihak SDIT Muhammadiyah Pasar Kemis memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan edukasi kesehatan ini. Ke depan, sekolah berencana mengoptimalkan program dokter kecil yang telah ada sebagai sarana untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan siswa terkait pertolongan pertama.

Melalui program Hero’s Aid, mahasiswa Politeknik Ketenagakerjaan berharap edukasi mengenai keselamatan dan kesehatan dapat ditanamkan sejak usia dini sehingga siswa memiliki keberanian, kepedulian, dan pemahaman dasar untuk memberikan bantuan awal secara tepat ketika menghadapi situasi darurat ringan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.  Mahasiswa Prodi K3