Edukasi K3 Sejak Dini: Mahasiswa Polteknaker Ajak Siswa SDN Susukan 08 Kelola Sampah melalui Program “Petualangan Seru Si Sampah Menjadi Berguna”

Jakarta (21/04) — Sampah anorganik yang menumpuk di lingkungan sekolah bukan sekadar masalah kebersihan. Dalam perspektif Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penumpukan sampah merupakan potensi bahaya nyata yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah.

Melihat temuan tersebut, mahasiswa Program Studi D-IV K3 Politeknik Ketenagakerjaan hadir di SDN Susukan 08 Pagi, Jakarta Timur, untuk memberikan solusi sekaligus edukasi yang menyenangkan bagi para siswa.

Melalui kegiatan bertajuk “Petualangan Seru Si Sampah Menjadi Berguna”, sosialisasi Sistem Informasi K3 ini dilaksanakan pada Senin, 21 April 2026, di Aula SDN Susukan 08 Pagi. Sebanyak 58 siswa-siswi kelas 5A dan 5B menjadi peserta dalam kegiatan yang merupakan bagian dari program Project Based Learning (PBL) mata kuliah Sistem Informasi K3 Politeknik Ketenagakerjaan ini.

Berawal dari Identifikasi Risiko

Pemilihan SDN Susukan 08 Pagi sebagai lokasi kegiatan didasari oleh alasan yang kuat. Sekolah ini sebenarnya telah menjalankan Program Adiwiyata yang mencakup program bank sampah, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan sanitasi lingkungan. Namun, pengelolaan sampah anorganik masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi.

Tim mahasiswa melakukan identifikasi masalah terlebih dahulu menggunakan metode Preliminary Hazard Analysis (PHA), sebuah pendekatan sistematis untuk menilai potensi bahaya di suatu lingkungan. Hasilnya cukup mengejutkan, permasalahan penumpukan sampah mendapatkan skor risiko 16 yang masuk dalam kategori Tinggi, menjadikannya prioritas utama yang harus segera ditangani melalui edukasi.

“K3 tidak melulu urusan pabrik atau industri besar. Lingkungan sekolah pun memiliki potensi bahaya yang perlu dikelola dengan baik. Salah satunya adalah masalah sampah yang jika dibiarkan dapat berdampak pada kesehatan seluruh warga sekolah,” ujar salah satu mahasiswa pelaksana kegiatan (E.

Koordinasi Matang Sebelum Hari H

Sebelum kegiatan utama berlangsung, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak sekolah melalui Zoom Meeting pada 14 April 2026. Pertemuan virtual itu dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah SDN Susukan 08 Pagi, Bapak Muhammad Mahrus, M.Pd., serta wali kelas 5A dan 5B. Dalam sesi tersebut, tim memaparkan rencana kegiatan secara rinci dan menyepakati teknis pelaksanaan agar berjalan lancar pada hari H.

Mengukur Pengetahuan Awal Siswa

Kegiatan pada 21 April 2026 dibuka dengan sesi pre test. Sebelum menerima materi apapun, seluruh siswa diminta mengerjakan 10 pernyataan benar/salah yang mencakup pengertian sampah, jenis-jenis sampah, dampak lingkungan, dan konsep 3R — yakni Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang). Langkah ini penting untuk mengukur sejauh mana pengetahuan awal para siswa sebelum mendapatkan pembekalan.

Hasilnya menunjukkan rata-rata nilai pre test siswa berada di angka 73,45 — cukup baik, namun masih ada ruang besar untuk ditingkatkan.

Belajar Sampah dengan Cara yang Seru

Memasuki sesi inti, para mahasiswa menyampaikan materi dengan pendekatan yang jauh dari kesan membosankan. Dengan tema yang dipilih khusus agar dekat dengan dunia anak-anak, materi dikemas secara interaktif dan penuh warna. Topik yang dibahas meliputi pengertian dan jenis-jenis sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), serta dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan kesehatan, tahapan pengelolaan sampah yang benar, fakta menarik tentang berapa lama sampah terurai di alam, hingga konsep dan penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk memastikan materi terserap dengan baik, sesi pemaparan diakhiri dengan permainan tebak gambar dan kuis singkat yang disambut antusias oleh para siswa. Tawa dan semangat bersaing mewarnai aula sekolah saat para siswa berlomba menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat.

Melihat temuan tersebut, mahasiswa Program Studi D-IV K3 Politeknik Ketenagakerjaan hadir di SDN Susukan 08 Pagi, Jakarta Timur, untuk memberikan solusi sekaligus edukasi yang menyenangkan bagi para siswa.

Melalui kegiatan bertajuk “Petualangan Seru Si Sampah Menjadi Berguna”, sosialisasi Sistem Informasi K3 ini dilaksanakan pada Senin, 21 April 2026, di Aula SDN Susukan 08 Pagi. Sebanyak 58 siswa-siswi kelas 5A dan 5B menjadi peserta dalam kegiatan yang merupakan bagian dari program Project Based Learning (PBL) mata kuliah Sistem Informasi K3 Politeknik Ketenagakerjaan ini.

Berawal dari Identifikasi Risiko

Pemilihan SDN Susukan 08 Pagi sebagai lokasi kegiatan didasari oleh alasan yang kuat. Sekolah ini sebenarnya telah menjalankan Program Adiwiyata yang mencakup program bank sampah, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan sanitasi lingkungan. Namun, pengelolaan sampah anorganik masih menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi.

Tim mahasiswa melakukan identifikasi masalah terlebih dahulu menggunakan metode Preliminary Hazard Analysis (PHA), sebuah pendekatan sistematis untuk menilai potensi bahaya di suatu lingkungan. Hasilnya cukup mengejutkan, permasalahan penumpukan sampah mendapatkan skor risiko 16 yang masuk dalam kategori Tinggi, menjadikannya prioritas utama yang harus segera ditangani melalui edukasi.

“K3 tidak melulu urusan pabrik atau industri besar. Lingkungan sekolah pun memiliki potensi bahaya yang perlu dikelola dengan baik. Salah satunya adalah masalah sampah yang jika dibiarkan dapat berdampak pada kesehatan seluruh warga sekolah,” ujar salah satu mahasiswa pelaksana kegiatan (E.

Koordinasi Matang Sebelum Hari H

Sebelum kegiatan utama berlangsung, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak sekolah melalui Zoom Meeting pada 14 April 2026. Pertemuan virtual itu dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah SDN Susukan 08 Pagi, Bapak Muhammad Mahrus, M.Pd., serta wali kelas 5A dan 5B. Dalam sesi tersebut, tim memaparkan rencana kegiatan secara rinci dan menyepakati teknis pelaksanaan agar berjalan lancar pada hari H.

Mengukur Pengetahuan Awal Siswa

Kegiatan pada 21 April 2026 dibuka dengan sesi pre test. Sebelum menerima materi apapun, seluruh siswa diminta mengerjakan 10 pernyataan benar/salah yang mencakup pengertian sampah, jenis-jenis sampah, dampak lingkungan, dan konsep 3R — yakni Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang). Langkah ini penting untuk mengukur sejauh mana pengetahuan awal para siswa sebelum mendapatkan pembekalan.

Hasilnya menunjukkan rata-rata nilai pre test siswa berada di angka 73,45 — cukup baik, namun masih ada ruang besar untuk ditingkatkan.

Belajar Sampah dengan Cara yang Seru

Memasuki sesi inti, para mahasiswa menyampaikan materi dengan pendekatan yang jauh dari kesan membosankan. Dengan tema yang dipilih khusus agar dekat dengan dunia anak-anak, materi dikemas secara interaktif dan penuh warna. Topik yang dibahas meliputi pengertian dan jenis-jenis sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), serta dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan kesehatan, tahapan pengelolaan sampah yang benar, fakta menarik tentang berapa lama sampah terurai di alam, hingga konsep dan penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk memastikan materi terserap dengan baik, sesi pemaparan diakhiri dengan permainan tebak gambar dan kuis singkat yang disambut antusias oleh para siswa. Tawa dan semangat bersaing mewarnai aula sekolah saat para siswa berlomba menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat.

Workshop : Sampah Jadi Karya

Bagian yang paling ditunggu-tunggu adalah sesi workshop daur ulang. Seluruh 58 siswa yang telah dibagi ke dalam 9 kelompok diminta membawa sampah anorganik maupun organik dari rumah masing-masing. Dengan berbekal kreativitas dan bimbingan dari para mahasiswa, setiap kelompok berkreasi mengubah bahan bekas seperti botol plastik, kardus, dan kaleng bekas menjadi produk kerajinan yang bernilai guna.

Setelah proses pembuatan selesai, masing-masing kelompok mempresentasikan karya mereka di hadapan peserta lain. Kelompok yang menghasilkan produk terbaik mendapatkan apresiasi dari tim pelaksana sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas mereka.

“Dari kegiatan ini, kami ingin siswa menyadari bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna sebenarnya bisa menjadi sesuatu yang berharga. Hanya butuh sedikit kreativitas dan kemauan untuk mengolahnya,” ungkap salah satu mahasiswa pelaksana (Jessica Thalia).

Workshop ini sekaligus membuktikan secara langsung bahwa prinsip 3R bukan sekadar teori di buku pelajaran, melainkan sesuatu yang bisa dipraktikkan dengan cara sederhana dan menyenangkan.

ampak Nyata bagi Sekolah

Dampak kegiatan ini tidak berhenti di hari pelaksanaan saja. Setelah sosialisasi berlangsung, pihak sekolah menunjukkan respons positif dengan melanjutkan edukasi kepada para siswa mengenai pentingnya pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3. Langkah ini menjadi sinyal bahwa program yang diinisiasi oleh mahasiswa Politeknik Ketenagakerjaan berhasil menyentuh kesadaran tidak hanya siswa, tetapi juga warga sekolah secara lebih luas.

Kepala Sekolah SDN Susukan 08 Pagi, Bapak Muhammad Mahrus, M.Pd., menyambut baik kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus dilakukan secara berkala untuk mendukung terbentuknya budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di sekolah.

K3 Dimulai dari Bangku Sekolah

Kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan K3 tidak harus menunggu seseorang masuk dunia kerja. Justru dengan menanamkan kesadaran keselamatan dan kepedulian lingkungan sejak usia dini, generasi muda akan tumbuh dengan pola pikir yang lebih bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Program Project Based Learning (PBL) mahasiswa D-IV K3 Politeknik Ketenagakerjaan ini sekaligus menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat — tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di tengah kehidupan nyata.

Penulis: Ananda Aulia Choirunnissa, Heryanto Gabriel Gultom, Jessica Thalia Putri Sitohang, Johana Febria Carolina Sinaga, Muhammad Widanta Darma

(Mahasiswa D-IV Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan)